Filmnya dianggap kampungan, pembelaan Bayu Skak ini nampol haters

Filmnya dianggap kampungan, pembelaan Bayu Skak ini nampol haters

Filmnya dianggap kampungan, pembelaan Bayu Skak ini nampol haters

donnalongpiano.com - Hari ini (22/2) film garapan komedian Bayu Skak berjudul Yowis Ben rilis di seluruh bioskop Indonesia. Film bergenre drama komedi ini mengambil latar kota Malang dan khas menggunakan Bahasa Jawa.

Film ini di perankan oleh Brandon Salim, Cut Mariska, dan Joshua Suherman. Film yang menceritakan mengenai persahabatan dan diwarnai masalah percintaan di bangku sekolah.

Sebagai promosinya sebelum tayang, Bayu Skak merilis trailer dan poster filmnya di beberapa media sosial. Namun sayangnya film ini tak mendapat sambutan baik dari masyarakat, lantaran banyak warganet yang kecewa film komedi ini menggunakan Bahasa Jawa.

Tak hanya itu, Bayu bahkan mendapatkan kata-kata tak pantas dan dianggap tak memiliki rasa Kebhinekaan. Selain itu warganet menyebut filmnya hanya akan ramai ditonton oleh masyarakat kalangan bawah.

Hujatan demi hujatan diterimanya. Menurut pria 24 tahun ini, dirinya memang sengaja membuat film dengan bahasa daerah, selain wujud kebanggaannya sebagai orang Jawa, Bayu ingin memperlihatkan budaya yang ada di Indonesia.

Dalam akun YouTubenya, Bayu memberikan klarifikasi dan menunjukkan rasa kecewanya kepada orang-orang yang khususnya menghujat bahasa Jawa yang menyebut bahasa kampungan, norak, dan lain sebagainya. Menurut Bayu, tak sepantasnya kita sebagai orang Indonesia melupakan budaya sendiri, terlebih menjatuhkan sampai melampuai batas.

Video tersebut juga sebagai upaya Bayu untuk masyarakat menyadari bahwa menghargai budaya orang lain adalah hal yang penting. Komika ini juga mengatakan Jawa tidak bisa dipandang sebelah dan diremehkan.

Para pemain Yowis Ben seperti Joshua Suherman dan Brandon Salim sendiri menyadari bahwa Bahasa Jawa sangat sulit, namun indah untuk dipelajari.

Berikut klarifikasi dari YouTuber Bayu Skak.